Investroduction

Pahami lebih jauh mengenai konsep dasar investasi serta produk Reksa Dana & ETF sebagai salah satu instrumen investasi. 

 

 
 

Berinvestasi adalah pengalokasian dana saat ini dengan harapan untuk menghasilkan keuntungan di masa depan dengan jangka waktu dan tujuan tertentu. Anda dapat berinvestasi pada kegiatan bisnis maupun aset, seperti Surat Berharga di pasar modal. Berbagai macam aset investasi tersedia di Indonesia, misalnya deposito, obligasi, saham, properti, logam mulia, dan Reksa Dana.

Keuntungan dalam berinvestasi, disebut juga tingkat pengembalian, dapat dicapai melalui pendapatan (income) dan peningkatan nilai (capital gain). Umumnya, aset investasi memberikan pendapatan: properti dapat disewakan, saham dapat membagikan dividen, dan obligasi dapat membagikan kupon. Beberapa aset tidak memberikan pendapatan, seperti logam mulia dan obligasi zero coupon. Di sisi lain, ketika berinvestasi terdapat risiko yang harus diantisipasi oleh investor. Kejadian di masa depan dapat berbeda dengan prediksi investor seiring berjalannya waktu. Perusahaan dapat mengalami kesulitan keuangan sehingga tidak dapat melunasi obligasi, kegagalan pembebasan lahan dalam proyek infrastruktur, tuntutan hukum, resesi ekonomi – semua hal yang dapat memengaruhi keuntungan investor adalah risiko.

Tingkat imbal hasil dan risiko berjalan beriringan dalam berinvestasi. High risk, high return. Semakin tinggi tingkat pengembalian yang diharapkan akan disertai dengan risiko yang lebih tinggi. Obligasi korporasi, saham, dan komoditas, memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan deposito dan obligasi pemerintah. Dalam jenis aset yang sama pun terdapat variasi risiko dan imbal hasil. Misalnya antara saham blue chip berkapitalisasi besar (big cap) dengan saham berkapitalisasi  kecil (small cap), saham sektor pertambangan dengan sektor keuangan, atau obligasi korporasi peringkat AAA dengan BBB.

Jenis aset investasi yang berbeda juga memiliki keunikan masing-masing. Periode diterimanya pendapatan, misalnya. Anda bisa menerima kupon bulanan dari obligasi retail yang diterbitkan pemerintah, sedangkan dividen dari saham biasanya didapatkan secara tahunan (ketika kinerja perusahaan memungkinkan). Selain periode pendapatan, juga terdapat perlakuan pajak yang variatif antar jenis aset. Oleh karena itu, sebelum berinvestasi, Anda perlu memahami karakteristik dari aset investasi yang ada.

Untuk memudahkan Anda dalam berinvestasi, Anda dapat berinvestasi melalui Reksa Dana. Reksa Dana dikelola oleh tim profesional, yakni Manajer Investasi yang mendedikasikan waktunya untuk mengelola dana masyarakat pada portofolio investasi, baik pasar uang, obligasi, maupun saham, sesuai dengan mandat dari kebijakan investasi Reksa Dana

Reksa Dana dapat dibagi menjadi 2 jenis: Reksa Dana Konvensional dan Reksa Dana ETF.

Berikut ini adalah karakteristik dan perbedaan antara Reksa Dana Konvensional dan Reksa Dana ETF.

 Reksa Dana KonvensionalReksa Dana Premier ETF
PerdaganganVia Manajer Investasi atau Agen Penjual Reksa Dana (APERD)Pasar Primer via Dealer Partisipan; atau
Pasar Sekunder via Perusahaan Sekuritasyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Minimum pembelian1 Unit Penyertaan (UP)Pasar primer -> 1 Unit Kreasi = 100.000 UP
Pasar sekunder -> 1 Lot = 100 UP
Management Fee2% - 3,5%Maks. 1% untuk ETF Indeks
Biaya TransaksiBiaya pembelian dan penjualan: 1% - 3%Komisi Dealer Partisipan/Broker:
0,19% - 0,29%
Transparansi Portofolio5-10 instrumen terbesar, diperbarui setiap bulanSeluruh portofolio, diperbarui setiap hari
Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP)Perhitungan NAB/UP dilakukan satu kali setelah penutupan jam Perdagangan di BEIPerhitungan indikasi NAB/UP (iNAV) dilakukan setiap saat (real time) selama jam perdagangan BEI
UnderlyingSahamSaham Indeks /Sektoral/Tematik
SettlementT+7T+2
Dealer PartisipanTidak adaAda

Reksa Dana Konvensional

Adalah wadah yang menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk kemudian dibelikan portofolio efek dan dikelola oleh Manajer Investasi.

Reksa Dana ETF

Adalah Reksa Dana yang Unit Penyertaannya (UP) bisa diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga produk ini dapat diperjual belikan secara real time selama jam perdagangan bursa.